Follow me on Facebook! Follow me on Twitter!
 7projectsdistro.com - Toko Kaos Distro Online Terlengkap Termurah dan Terpercaya

LINK TEKNOLOGI SEBAGAI MEDIATOR MENANGKAP KONSEP ABSTRAK MATEMATIKA UNTUK KONSUMSI MATERI AJAR SMA KELAS XI

PanduanTOEFL Terbaik dengan Metode MindMap
A. LATAR BELAKANG LINK TEKNOLOGI SEBAGAI MEDIATOR MENANGKAP KONSEP ABSTRAK MATEMATIKA UNTUK KONSUMSI MATERI AJAR SMA KELAS XI

Hakikat tujuan pendidikan IPA adalah untuk menghantarkan siswa menguasai konsep-konsep IPA dan keterkaitannya untuk dapat memecahkan masalah terkait dalam kehidupan sehari-hari. Kata menguasai artinya bahwa pendidikan IPA harus menjadikan siswa tidak sekedar tahu (knowing) dan hafal (memorizing) tentang konsep-konsep IPA, melainkan harus menjadikan siswa mengerti dan memahami (understanding) konsep-konsep IPA dan menghubungkan keterkaitan suatu konsep dengan konsep lain (Wahyudi, 2002). Begitu pula dengan tujuan ilmu Matematika. Matematika dikenal sebagai dasar sebuah dasar dari suatu ilmu yang harapannya dapat memecahkan masalah terkait dalam kehidupan sehari-hari. Jadi juga dibutuhkan sebuah pemahaman dan pengertian konsep-konsep dan menghubungkan keterkaitan suatu konsep dengan konsep lainnya dalam menghadapi sebuah permasalahan. Belajar dimulai dengan bentuk kontak pribadi dengan objek yang sesungguhnya seperti kejadian atau perihal kehidupan. Kontak-kontak tersebut terjadi melalui alat indera kita. Proses transmisi pengertian ke otak oleh indera dikenal sebagai persepsi. Dari kejadian-kejadian persepsi ini, kita dapat memformulasikan konsep-konsep yang dapat memberikan pengertian hidup kita (Amien, 1987). Lebih lanjut Amien menyatakan bahwa kelanjutan persepsi terhadap objek terus berlangsung dan mengakumulasikan kesan atau bentuk yang lain, sehingga makna kesan menjadi lebih segnifikan, dan akhirnya kesan tersebut disebut sebagai konsep.

Banyak orang beranggapan bahwa agar belajar menjadi lebih bermakna maka pertama kali harus ada kontak dengan objek yang dipelajari. Selama masa sekolah perolehan konsep terjadi bukan secara induktif melalui permbentukan konsep, melainkan disampaikan oleh pengajar sebagai suatu definisi (Ausubell, dkk. 1968, dalam Redjeki, 1997:8). Perolehan konsep merupakan asimilasi konsep. Dengan adanya asimilasi, konsep yang terbentuk berdasarkan pengelaman dan pengamatan sebelum masuk kelas dapat berkembang di sekolah. Faktor yang mempengaruhi belajar ialah materi yang sudah diketahui siswa. Oleh karena itu agar terjadi proses belajar bermakna, konsep baru harus dikaitkan dengan konsep yang telah ada dalam struktur kognitif siswa. Konsep bukan hanya sekedar penyajian nama melainkan harus disertai teras logika (logic core) yang menyebabkan konsep tersebut mempunyai makna. Dengan demikian konsep tidak hanya dapat terbentuk karena pengalaman nyata, tetapi dapat pula karena adanya penalaran (Redjeki, 1997:8). Dalam mempelajari ilmu matematika, banyak terdapat kendala yang pada umumnya disebabkan oleh keterbatasan kemampuan dalam memahami konsep matematika itu sendiri. Keterbatasan kemampuan dalam konsep matematika inilah yang membuat matematika semakin abstrak bagi kebanyakan orang. Padahal untuk mengembangkan matematika ke arah yang lebih tinggi pemahaman akan konsep dasar matematika sangat dibutuhkan. Dibutuhkan agar tidak terjadi kesalahan dalam penyampaian kembali ilmu matematika tersebut. Sayangnya pada pembelajaran yang terdahulu matematika lebih dibawa ke arah praktis bukan kepada pemahaman konsep. Pembelajaran berbasis kompetensi yang diterapkan akhir-akhir ini di banyak sekolah memang diakui oleh banyak pihak merupakan salah satu jawaban tentang bagaimana sebuah ilmu disampaikan. Pembelajaran berbasis komptensi itu sendiri menuntut siswa untuk lebih aktif dalam proses belajar mengajar. Dengan ditunjang sejumlah buku pegangan yang menjadi wacana latihan siswa maka akan lebih menyempurnakan prmbelajaran berbasis kompetensi.

Dalam buku pegangan tersebut harapannya dapat menjadi perantara atau media penyambung antara konsep-konsep matematika dengan soal-soal yang ada. Setelah mendapatkan konsep diharapkannya siswa dapat langsung menyelesaikan semua persoalan yang ada. Namun sayangnya terkadang terdapat sebuah materi atau sebuah permasalahan yang membutuhkan pengertian lebih mendalam untuk memahaminya dan pemberian konsep menjadi tidak begitu saja bisa diberikan dengan mudah. Diperlukannya sebuah media pengabstraksi yang mudah dimengerti sehingga dalam menyelesaikan permasalahan dapat dilakukan dengan tepat. Salah satu caranya dapat dilakukan dengan pendekatan konsep matematika tersebut pada kehidupan sehari-hari.
Di dalam pembelajaran matematika tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) kelas XI juga masih terdapatnya beberapa kesenjangan antara konsep- konsep yang diberikan dengan soal-soal yang terdapat pada buku pegangan siswa. Pengertian yang mendalam tentang konsep dan pemakaian kepada soal-soal yang ada mutlak harus dikuasai siswa kelas XI Sekolah Menegah Atas, hal ini didasari bahwa pada masa SMA kelas XI merupakan awal dari sistem penjurusan yang ada. Pada awal inilah dasar-dasar yang dimiliki siswa harus dibangun secara kuat agar tidak terjadi keselahan-kesalahan di masa selanjutnya. Terdapat beberapa bahasan dalam matematika SMA kelas XI, terutama bahasan-bahasan yang sifatnya abstrak. Dalam mempelajari fungsi limit umumnya siswa dihadapkan langsung oleh soal-soal pada sebagian besar buku pegangan. Sementara itu harus diakui bahwa tidaklah mudah mempelajari konsep limit dan konsep limit menjadi penting karena menjadi dasar bagi banyak ilmu matematika dan ilmu-ilmu lainnya. Demikian halnya dengan pembelajaran mengenai konsep lingkaran. Penerapan konsep lingkaran digunakan dalam banyak disiplin ilmu, terutama dalam dunia tehnik. Namun harus diakui bahwa dalam memahami konsep lingkaran adalah bukan suatu hal yang mudah. Diperlukan sebuah ransangan agar siswa dapat sampai ke tempat arah pembelajaran yang telah digariskan sebelumnya. Di dalam kurikulum untuk siswa SMA kelas XI disebutkan salah satu kompetensi dasar yaitu materi tentang lingkaran. Disebutkan bahwa kompetensi dasar yaitu mengaplikasikan konsep lingkaran dan garis singgung lingkaran dalam pemecahan masalah sedangkan hasil belajar yang diharapkan yaitu dapat merumuskan hubungan antar variabel dalam persamaan lingkaran dan merumuskan serta mengaplikasikan rumus garis singgung lingkaran. Adapun indikator hasil belajar siswa dapat menurunkan atau mengaplikasikan rumus persamaan garis singgung lingkaran.

Dapat dilihat dari gambaran di atas bahwa kompetensi dasar yang dituntut adalah penguasaan materi serta penerapannya kedalam bentuk penyelesaian masalah ataupun soal-soal. Bila melihat tuntutan ini maka sangat dibutuhkan pemahaman yang mendalam tentang materi sehingga siswa dapat mengerti tentang konsep lingkaran. Sementara itu seperti diketahui bersama bahwa materi lingkaran adalah salah satu materi yang lebih kebentuk abstrak karena di sini siswa lebih banyak bermain dengan persamaan-persamaan. Dan dapat dengan mudah kita temukan sehari-hari dalam buku teks matematika bahwa materi lingkaran siswa lebih cenderung langsung diarahkan untuk dapat menyelesaikan soal persamaan lingkaran tanpa diberikan pemahaman terlebih dahulu. Inilah yang menjadi hasil yang sebenarnya bertentangan dengan yang diharapkan. Materi lingkaran hanyalah salah satu materi yang ada pada pelajaran matematika SMA kelas XI dan masih banyak lagi materi yang sifatnya abstrak dan membutuhkan pemahaman lebih dari siswa. Seperti masalah trigonometrika.

B. RUMUSAN DAN PEMBATASAN MASALAH
1. Rumusan Masalah
Permasalahan umum yang timbul adalah bagaimana upaya memberikan suatu bentuk gambaran sebagai representasi materi dan soal-soal agar teori atau konsep dapat lebih mudah dicerna dan diaplikasikan ke dalam soal-soal mengingat masih banyaknya buku pegangan siswa yang menjabarkan konsep secara abstrak sehingga adanya jarak antara pemahaman konsep dengan penyelesaian soal.
Bertolak dari permasalahan di atas dan untuk lebih memfokuskan penelitian maka dibuat pertanyaan penelitian sebagai upaya agar penelitian lebih terarah. Pertanyaa penelitian yang diajukan diarahkan kepada suatu konstruk yang menggambarkan dan menjembatani materi dengan soal.
a. Aplikasi teknologi matematika seperti apakah yang terdapat pada setiap bahasan pelajaran matematika kelas XI?
b. Bagaimanakah menyusun sebuah situasi tentang aplikasi teknologi matematika agar siswa dapat memahami konsep dan dapat menyelesaikan soal dengan baik?

Like Skripsi Ini :

Baca Juga Judul Menarik Lainnya di Bawah INI :

Comment With Facebook!

Rating: 4.5 | Reviewer: Unknown | ItemReviewed: LINK TEKNOLOGI SEBAGAI MEDIATOR MENANGKAP KONSEP ABSTRAK MATEMATIKA UNTUK KONSUMSI MATERI AJAR SMA KELAS XI