Follow me on Facebook! Follow me on Twitter!
 7projectsdistro.com - Toko Kaos Distro Online Terlengkap Termurah dan Terpercaya

Pengaruh Lama Waktu Mordan Tawas terhadap Ketuaan Warna dan Kekuatan Tarik Kain Sutera dalam Proses Pewarnaan dengan Zat Warna Daun Mangga pada Busana Pesta Anak

PanduanTOEFL Terbaik dengan Metode MindMap
1.1 Latar Belakang Pengaruh Lama Waktu Mordan Tawas  terhadap Ketuaan Warna dan Kekuatan Tarik Kain Sutera dalam Proses Pewarnaan dengan Zat Warna Daun Mangga pada Busana Pesta Anak

Pewarna bukan istilah yang asing dalam dunia tekstil. Hasil pewarnaan di bidang tekstil diharapkan dapat menghasilkan warna kain yang bervariasi, sehingga dapat menghasilkan warna kain yang menarik. Pewarnaan pada kain dilakukan dengan berbagai macam teknik dan bahan pewarnaan. Berdasarkan teknik pewarnaan dapat dibedakan menjadi teknik celup dan teknik colet, sedangkan menurut bahan yang digunakan pewarnaan dapat dibedakan menjadi pewarnaan dengan zat pewarna kimia dan zat pewarna alam. Pada mulanya pemakaian zat warna alam yang tidak praktis. Pewarnaan menggunakan zat pewarna alami dilakukan secara tradisional, dengan pencelupan berulang-ulang dan memerlukan waktu yang lama sehingga sangat tidak praktis, menyebabkan zat kimia masuk dalam orientasi industri tekstil, sehingga keberadaan zat pewarna alami sedikit demi sedikit mulai ditinggalkan. Pewarna kimia yang lebih menjanjikan kepraktisannya menyebabkan pewarna alam mulai ditinggalkan. Zat pewarna kimia diperoleh dari campuran zat kimia yang sudah diolah menjadi zat pewarna, misalnya zat pewarna naptol, indigosol, remasol dan lain sebagainya. Selain itu juga zat warna kimia adalah hasil warnanya bervariasi, memiliki daya warna yang tinggi, namun di lain sisi zat warna kimia mempunyai kelemahan yang dapat merusak lingkungan yaitu zat warna kimia pada umumnya mengandung racun, larutan bekas pencelupan dengan zat warna kimia potensial dapat mencemari lingkungan, dengan sifat B beracun berbahaya) juga sisa zat warna kimia merupakan senyawa organik, yang dapat mengganggu kesehatan. Zat warna alam diperoleh dari hasil perebusan bahan alam (ekstraksi), sehingga menghasilkan zat pewarna alam. Zat pewarna alam diperoleh dari bahan-bahan alam seperti daun, kulit kayu, akar, buah dan lain sebagainya (Susanto 1980).
Kelebihan dari zat warna alam yaitu tidak merusak lingkungan, dapat memanfaatkan bahan alam yang tidak terpakai, dan harga relatif murah, kelemahannya hasil warna kurang bervariasi. Beberapa keuntungan zat pewarna alam inilah yang menyebabkan zat pewarna alam masih dapat dipakai saat ini. Pada penelitian ini digunakan daun mangga sebagai bahan zat pewarna karena daun mangga merupakan salah satu bahan alam yang mudah didapatkan di wilayah Indonesia. Zat warna dapat diperoleh dari daun mangga karena mengandung klorofil yang merupakan zat hijau daun (Kanicius 1991:48). Setelah dilakukan pra eksperimen, ternyata daun mangga dapat dimanfaatkan sebagai zat pewarna yang menghasilkan warna kuning. Pra eksperimen menunjukkan bahwa daun mangga dapat digunakan sebagai pewarna tekstil khususnya dari serat protein, terutama serat sutera yang sudah di masak dengan air sabun sehingga berwarna putih, berkilau dan mudah menyerap warna. Teknik yang dipakai pada pewarnaan dengan menggunakan zat pewarna alam adalah teknik celup. Teknik celup merupakan suatu teknik pemberian warna pada bahan tekstil secara merata dengan menggunakan media air. Dalam 3 (bahan pewarnaan ini terdapat beberapa tahap yang harus dilalui untuk keberhasilan pewarnaan. Tahap-tahap pewarnaan dengan menggunakan daun mangga ini meliputi mordanting, pembasahan, pencelupan kain ke dalam zat pewarna, dan terakhir fiksasi. Tahap pertama adalah mordanting, yaitu proses awal yang dilakukan sebelum pewarnaan dengan tujuan menghilangkan semua jenis kotoran pada kain sehingga pada proses pewarnaan zat pewarna dapat masuk ke dalam serat kain, pada penelitian ini menggunakan mordan tawas. Proses ini memerlukan waktu 12 jam. Penelitian ini memilih lama waktu mordanting menggunakan mordan tawas selama 8 jam, 12 jam dan 16 jam. Memilih 8 jam karena mengetahui pengaruh lama waktu mordanting menggunakan mordan tawas yang lebih efisien dibanding 12 jam dalam pewarnaan kain sutera tanpa mengurangi proses mordanting. Peneliti memilih 16 jam untuk mengetahui pengaruh lama waktu mordanting yang lebih lama dibanding 12 jam dalam proses pewarnaan kain sutera tanpa mengurangi fungsi mordanting. Pada penelitian ini digunakan lama waktu mordan tawas dengan selang waktu 4 jam karena diduga waktu 4 jam cukup menunjukkan hasil yang berbeda. Pada penelitian ini bahan yang digunakan adalah tawas. Berdasarkan tahap-tahap diatas, mordanting merupakan tahap pertama yang cukup lama dibanding tahap-tahap lain, karena itu penulis memilih meneliti lama waktu mordan tawas untuk memperoleh waktu yang efektif tanpa mengurangi fungsinya, sehingga penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh dari perbedaan lama waktu mordan tawas dengan lama waktu 8 jam, 12 jam dan 16 jam terhadap ketuaan warna dan kekuatan tarik kain. Daun mangga merupakan salah satu zat pewarna yang ramah lingkungan. Terjadinya warna pada daun mangga tersebut memberi gagasan kepada peneliti untuk mengadakan penelitian dengan judul “Pengaruh Lama Waktu Mordan Tawas Terhadap Ketuaan Warna dan Kekuatan Tarik Kain Sutera dalam Proses Pewarnaan Dengan Zat Warna Daun Mangga Pada Busana Pesta Anak.

1.2 Rumusan Masalah
Permasalahan yang ingin diselidiki dari penelitian pewarnaan dengan menggunakan daun mangga sebagai bahan penelitian ini, yaitu:
1. Apakah ada pengaruh perbedaan waktu mordan tawas selama 8 jam, 12 jam, dan 16 jam terhadap ketuaan kain sutera dalam proses pewarnaan dengan pewarna daun mangga?
2. Apakah ada pengaruh perbedaan waktu mordan tawas selama 8 jam, 12 jam, dan 16 jam terhadap kekuatan tarik kain sutera dalam proses pewarnaan dengan pewarna daun mangga?

Like Skripsi Ini :

Baca Juga Judul Menarik Lainnya di Bawah INI :

Comment With Facebook!

Rating: 4.5 | Reviewer: Unknown | ItemReviewed: Pengaruh Lama Waktu Mordan Tawas terhadap Ketuaan Warna dan Kekuatan Tarik Kain Sutera dalam Proses Pewarnaan dengan Zat Warna Daun Mangga pada Busana Pesta Anak