Follow me on Facebook! Follow me on Twitter!
 7projectsdistro.com - Toko Kaos Distro Online Terlengkap Termurah dan Terpercaya

PERANAN ORANG TUA DALAM PEMBENTUKAN AKHLAQUL KARIMAH ANAK DI DESA BANYUMULEK

PanduanTOEFL Terbaik dengan Metode MindMap
Latar Belakang PERANAN ORANG TUA DALAM PEMBENTUKAN AKHLAQUL KARIMAH ANAK DI DESA BANYUMULEK
Berbicara tentang peranan Tuan Guru dalam pembentukan akhlaqul karimah Remaja, maka kita teringat bahwa dalam kehidupan manusia, akhlak sangat memegang peranan penting, baik sebagai individu, keluarga, masyarakat maupun bangsa atau negara. Akhlak juga sebagai indikator yang dapat menunjukkan kwalitas iman seseorang, masyarakat maupun bangsa.
Tingkah laku selalu tumbuh dan berkembang dan juga senantiasa dipengaruhi oleh situasi dan kondisi dimana mereka berada, khususnya dalam keluarga yaitu kedua orang tua, sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah SAW dalam haditsnya:
كُلُّ مَوْلُوْدٍ يُوْلَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ اَوْ يُمَجِّسَانِهِ اَوْ يُنَصِّرَانِهِ
Setiap anak itu dilahirkan dalam keadaan (sesuai) fitrah, maka kedua orang tuanyalah yang membuatnya menjadi Yahudi atau Majusi atau menasranikannya. (Al Asqar, 2002: 27).
Oleh karena itu, untuk membentengi manusia dari berbagai hal yang akan dapat merusak akhlaknya, diperlukan pembinaan akhlak sejak dini secara matang.
Dalam usaha pembinaan akhlak, harus dipertimbangkan apakah nilai-nilai yang akan ditanamkan itu dapat dijadikan sebagai modal dalam hidup dan kehidupannya atau tidak. Islam sebagai agama wahyu yang bersumberkan Al Qur'an dan Al Hadits telah banyak mengatur kehidupan manusia, baik yang hubungannya dengan Allah maupun yang berhubungan dengan tata cara sesama makhluk dalam pergaulan sehari-hari.
Jadi untuk memiliki akhlak yang mulia, maka hendaklah kita selalu berpedoman pada Al Qur'an dan Al Hadits dimana dan akapan saja. Seorang anak akan dapat berakhlak yang mulia jika sejak dini dibiasakan oleh orang tua sejak mereka dalam kandungan dan setelah dilahirkan yaitu dalam keluarga dan dalam masyarakat, dimana peran serta orang tua tak dapat diabaikan karena menjadi pondasi dasar dalam kehidupannya.
Begitu juga akhlak tidak terlepas dari pendidikan budi pekerti, karena budi pekerti adalah jiwa dari pendidikan Islam dan Islam telah menyimpulkan bahwa pendidikan budi pekerti dan akhlak adalah jiwa pendidikan Islam. Mencapi suatu akhlak yang sempurna adalah tujuan sebenarnya dari pendidikan, tetapi ini tidak berarti bahwa kita tidak mementingkan pendidikan jasmani atau akal atau ilmu atau segi-degi praktis lainnya, tetapi artinya ialah bahwa kita memperhatikan segi-segi pendidikan akhlak. Seperti juga segi-segi lainnya, peranan orang tua sangat menentukan karena anak-anak sangatlah membutuhkan tuntunan dalam dirinya, yaitu yang berkaitan dengan pendidikan akhlaqul qarimah, budi pekerti, perasaan, kemauan dan cita-cita dalam kepribadiannya dan tidaklah cukup dengan da'wah (mengajak) seorang anak kepada yang benar, bahkan perlu mendidik anak-anak yang menyambut kebenaran itu. Tidak boleh tidak haruslah mendidik mereka menurut kebenaran ini dan mensucikan jiwa mereka dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan ulama' menjadi rabbani dalam firmannya :
وَلَكِنْ كُوْنُ رَبَّانِيِّيِّنَ بِمَا كُنْْتُمْ تَعْلَمُوْنَ الْكِتَابَ وَبِمَاتَدْرُسَوْنَ (ال عمران:79)
Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani, karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya (Al Imran:79).
Betapa pentingnya pendidikan akhlak, sehingga Allah SWT menyeru agar kita menjadi orang-orang rabbani yang artinya orang-orang yang memiliki jiwa sabar dalam mendidik dengan ilmu yang kecil (mudah) sampai yang besar (luas) yang bisa menghiasi jiwa anak berakhlaqul qarimah.
Jelasnya akhlaqul qarimah adalah penyelamat manusia baik dalam hidup di dunia maupun di akhirat. Seorang filosof Ibnu Rusdy berkata dalam syairnya :
اِنَّمَاالاُمَمُ الاَخْلاَقُ مَابَقِيَتْ فَاِنْ هَمُوْا ذَهَبَتْ اَخْلاَقُهُمْ ذَهَبُوْا
Bangsa-bangsa itu hanya tegak dan jaya selama ada akhlaknya. Kalau mereka kehilangan akhlak, punahlah (hancur) mereka. (Zai-nall Abidin 1994:30).
Dalam kehidupan orang tua merupakan pendidik utama dalam pembentukan dan pembinaan akhlaqul qarimah anak, dengan demikian akan terjadi keharmonisan dalam keluarga dan masyarakat disebabkan oleh kepribadian anak yang akhlaqul qarimah. Oleh karena itu dari latar belakang di atas penulis merasa tertarik untuk mengangkat tema yang berjudul Peranan Orang Tua Dalam Pembentukan Akhlaqul Qarimah Anak di Desa Banyumulek.
B. Fokus Penelitian
1. Rumusan Masalah
Adapun masalah-masalah tersebut adalah sebagai berikut :
1. Bagaimana tugas dan tanggung jawab orang tua terhadap pembentukan akhlaqul qarimah anak di Desa Banyumulek?
2. Bagaimana orang tua memberi ketauladanan dan motivasi pada anaknya dalam pembentukan akhlaqul karimah di Desa Banyumulek?
3. Apa saja masalah-masalah yang dihadapi orang tua dalam upaya pembinaan akhlaq anak di Desa Banyumulek?

Like Skripsi Ini :

Baca Juga Judul Menarik Lainnya di Bawah INI :

Comment With Facebook!

Rating: 4.5 | Reviewer: Fakhrian Amrullah | ItemReviewed: PERANAN ORANG TUA DALAM PEMBENTUKAN AKHLAQUL KARIMAH ANAK DI DESA BANYUMULEK