Follow me on Facebook! Follow me on Twitter!
 7projectsdistro.com - Toko Kaos Distro Online Terlengkap Termurah dan Terpercaya

KONSEPSI MASYARAKAT TENTANG BERSIH (Studi Deskriptif di Bantaran Rel Kereta Api dari Jalan Bambu II sampai Jalan Karantina)

PanduanTOEFL Terbaik dengan Metode MindMap
bab Latar Belakang tentang KONSEPSI MASYARAKAT TENTANG BERSIH  (Studi Deskriptif di Bantaran Rel Kereta Api dari Jalan Bambu II  sampai Jalan Karantina)

Manusia adalah makhluk hidup yang selalu membutuhkan suatu komunitas dan pada umumnya tinggal dalam suatu kelompok atau kesatuan tertentu (masyarakat). Dalam kehidupannya setiap manusia sangatlah bergantung dengan lingkungan, maka seyogyanya manusia haruslah menjaga lingkungannya sendiri demi kelangsungan hidupnya yang lebih baik.
Pada kenyataannya, dewasa ini kondisi masyarakat di Indonesia khususnya masih sangat memprihatinkan. Hal ini dapat ditemukan pada peristiwa-peristiwa yang masih sering terjadi di lingkungan masyarakat. Baik berupa penyimpangan-penyimpangan terhadap kaidah dan nilai yang berlaku dimasyarakat dengan berbagai macam perilaku. Salah satu diantaranya yaitu mengenai kepedulian masyarakat terhadap kondisi kebersihan lingkungan sehingga tidak mengherankan apabila masyarakat kita sering sekali dihantui dengan masalah-masalah yang berhubungan dengan masalah kondisi kerusakan lingkungan.
Priodarminto (1994:15) mengatakan bahwa untuk mencapai pembangunan nasional diperlukan usaha untuk mengembangkan dan membina kehidupan masyarakat yang tertib dan berdisiplin murni yang tinggi mulai dari tingkat pribadi individu yang paling kecil yaitu lingkungan keluarga, bahkan tingkat kehidupan individu sebagai mahluk sosial yaitu masyarakat, karena keluarga batih merupakan unsur paling pokok dari setiap masyarakat. Oleh karena itu, keluarga merupakan tempat penanaman nilai kedisiplinan demi tercapainya pembentukan fisik, mental sepiritual manusia Indonesia yang tangguh.
Berdasarkan kenyataan kehidupan sosial budaya masyarakat Indonesia, maka tingkat kedisiplinan dapat dilihat dari kepedulian masyarakat terhadap lingkungan yang ada di sekitar mereka. Kondisi suatu masyarakat dalam kesehariannya tidak boleh terabaikan karena di tengah publik inilah penerapan disiplin bangsa Indonesia itu dilakukan, diuji, dan dinilai ketangguhannya (Hidayah, 1996:3-5).
Menurut Suratman dalam Hidayah (1996:12) sikap disiplin selalu ada kaitannya dengan tiga unsur kepribadian manusia, yaitu jiwa, watak, dan perilaku. Berkenaan dengan jiwa, maka disiplin itu ditentukan oleh tingkat daya cipta, rasa, dan karsa. Dalam tingkat ini disiplin mengandung aspek manusia memenuhi sesuatu melalui pengendalian ketiga unsur kejiwaan tersebut sehingga disiplin diartikan sebagai perbuatan kepatuhan yang dilakukan dengan sadar untuk melaksanakan suatu sistem dengan sikap menghormati dan taat menjalankan keputusan, perintah, atau aturan yang berlaku.
Dalam hal ini Koentjaraningrat (1983: 15) menyebutkan pada hakikatnya membangun suatu bangsa atau masyarakat tidak hanya menyangkut pembangunan yang berupa fisik, melainkan juga yang bersifat non fisik. Hal inilah yang harus mendapatkan perhatian agar tercipta adanya keselarasan dan keseimbangan yang saling mendukung. Menciptakan lingkungan yang nyaman, tertib, bersih, dan juga sesuai dengan kaidah-kaidah dan aturan yang berlaku dimasyarakat perlu adanya kesadaran dan kepedulian setiap anggota masyarakat terhadap situasi dan kondisi lingkungan yang ada di sekitar mereka karena lingkungan merupakan tempat manusia untuk menjalankan berbagai aktivitas dan interaksi dengan yang lain. Dengan demikian lingkungan yang nyaman, tertib, serta budaya hidup sehat dan bersih dapat terwujud.
Menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat adalah tanggung jawab bersama, khususnya penguasa dan masyarakat yang ada di sekitar lingkungannya. Mereka memiliki peran yang penting dalam menjaga lingkungan serta menciptakan budaya lingkungan yang bersih dan sehat.
Satu fenomena yang menarik bahwa tingkat kepedulian dan kesadaran masyarakat Kelurahan Durian terhadap kebersihan lingkungan masih kurang. Meskipun mungkin Pemerintah (Lembaga Kelurahan maupun RT dan RW) sudah berupaya memberikan pembinaan, pembimbingan, serta pengarahan tentang kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan yang ada di sekitar mereka. Rendahnya tingkat kepedulian dan kesadaran masyarakat Kelurahan Durian terhadap kondisi lingkungan dapat dilihat dari cara hidup masyarakat yang sebagian besar belum mencerminkan budaya hidup bersih dan sehat. Hal ini dapat dicermati masih banyak sampah yang berserakan dan menumpuk di lingkungan tempat tinggal di sekitar mereka, sisa-sisa plastik dan makanan, tempat seperti sumur (tempat MCK) yang jarang dibersihkan. Satu hal lain yang dapat diamati yaitu kebanyakan masyarakat Kelurahan Durian cenderung menganggap enteng mengenai masalah kondisi kebersihan lingkungan tempat tinggal mereka dan terhadap pola perilaku terhadap kesehatan.
Berdasarkan fenomena-fenomena yang dikemukaan di atas, maka masyarakat Kelurahan Durian menjadi tempat pilihan penulisan skripsi ini. Mungkin masalah tersebut di atas merupakan hal yang biasa dan tidak cukup menarik untuk dipermasalahkan. Akan tetapi kalau dibiarkan begitu saja, justru dapat menimbulkan pengaruh yang kurang baik, terutama terhadap kebersihan lingkungan dan kesehatan. Pada prinsipnya, peningkatan kesehatan masyarakat memerlukan adanya keikutsertaan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan terutama penanaman budaya hidup bersih dan sehat sejak dini dalam keluarga.
Dari uraian di atas inilah ketertarikan untuk mendeskripsikan mengenai masalah kedisiplinan masyarakat dalam menjaga kebersihan di lingkungannya. Untuk itu mengambil judul skripsi tentang “Konsepsi Masyarakat tentang Bersih (Studi Etnografi di Bantaran Rel Kereta Api dari Jalan Bambu II sampai Jalan Karantina).”

1.2. Rumusan Masalah
Istilah disiplin kerap kali kita dengar di sekitar kita, bahkan banyak sekali slogan-slogan yang ditujukan untuk meningkatkan dan menerapkan sikap disiplin. Istilah disiplin sering ditujukan kepada seseorang manakala ia mematuhi peraturan yang ada dan selalu tepat waktu. Hal ini tentunya tidak semua orang memiliki pandangan atau persepsi yang sama. Begitu pula dalam penerapan kedisiplinan oleh setiap individu di lingkungannya. Semua tergantung pemahaman dan kesediaan individu untuk membiasakan hidup disiplin.
Menerapkan sikap disiplin dalam masyarakat tidak mudah. Perlu adanya dorongan, baik dari dalam maupun dari luar individu untuk dapat menerapkannya. Sikap disiplin memiliki pengaruh terhadap kehidupan masyarakat, misalnya yang sering terjadi di lingkungan yaitu terjangkitnya wabah penyakit, banjir, sampah yang menumpuk, dan masih banyak lainnya yang disebabkan oleh salah satunya yaitu perilaku, serta kedisiplinan masyarakat menjaga kebersihan lingkungan.
Dari hal-hal tersebut di atas, maka yang akan diangkat menjadi permasalahan penelitian adalah :
Bagaimana konsepsi masyarakat tentang bersih yang tinggal di sepanjang bantaran rel kereta api mulai dari Jalan Bambu II sampai Jalan Karantina.

Like Skripsi Ini :

Baca Juga Judul Menarik Lainnya di Bawah INI :

Comment With Facebook!

Rating: 4.5 | Reviewer: Unknown | ItemReviewed: KONSEPSI MASYARAKAT TENTANG BERSIH (Studi Deskriptif di Bantaran Rel Kereta Api dari Jalan Bambu II sampai Jalan Karantina)