Follow me on Facebook! Follow me on Twitter!
 7projectsdistro.com - Toko Kaos Distro Online Terlengkap Termurah dan Terpercaya

Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Kunjungan Balita di Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Antara Makassar

PanduanTOEFL Terbaik dengan Metode MindMap
A. Latar Belakang Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Kunjungan Balita di Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Antara Makassar

Salah satu bentuk peran serta masyarakat dalam bidang kesehatan adalah Pos Pelayanan Terpadu ( Posyandu ) yang dibentuk oleh dan untuk masyarakat itu sendiri. Posyandu merupakan salah satu upaya pelayanan kesehatan yang dikelola oleh masyarakat dengan dukungan tekhnis petugas Puskesmas. Kegiatan Posyandu meliputi 5 program pelayanan kesehatan dasar, yaitu Kesehatan Ibu dan Anak ( KIA ) , Imunisasi, Keluarga Berencana ( KB ) , Perbaikan Gizi dan Penanggulangan Diare ( Firyadi, 2008 ) . Posyandu merupakan wadah untuk mendapatkan pelayanan dasar terutama dalam bidang kesehatan dan keluarga berencana yang dikelola oleh masyarakat, penyelenggaraanya dilaksanakan oleh kader yang telah dilatih dibidang kesehatan dan KB, dimana anggotanya berasal dari PKK, tokoh masyarakat dan pemudi. Kader kesehatan merupakan perwujutan peran serta aktif masyarakat dalam pelayanan terpadu, dengan adanya kader yang dipilih oleh masyarakat, kegiatan diperioritaskan pada lima program dan mendapat bantuan dari petugas kesehatan terutama pada kegiatan yang mereka tidak kompeten memberikannya ( Zulkifli, 2003 ) . Posyandu sebagai upaya kesehatan berbasis masyarakat apabila kita amati akhir-akhir ini seperti telah kehilangan keterpaduannya, sehingga persepsi masyarakat bahwa posyandu hanya sebagai pos penimbangan balita. Hal ini cukup beralasan karena keberadaan posyandu di tengah-tengah masyarakat hanya dapat dimanfaatkan untuk mengetahui tumbuh kembang anak secara dini ( Nain, 2008 ) . Salah satu upaya untuk mengurangi angka kesakitan dan kematian anak balita adalah dengan melakukan pemeliharaan kesehatannya. Pemeliharaan kesehatan anak balita dititik beratkan kepada upaya pencegahan an peningkatan kesehatan dan pada pengobatan dan rehabilitasi. Pelayanan kesehatan anak balita ini dapat dilakukan dipuskesmas, puskesmas pembantu, polindes terutama di posyandu. Saat ini posyandu sangat primadona. Pemerintah Indonesia dengan kebijakan Kepmenkes mengupayakan untuk mengaktifkan kembali kegiatan di posyandu, karena posyandulah tempat paling cocok untuk memberikan pelayanan kesehatan pada balita secara menyeluruh dan terpadu. Salah satu upaya untuk mengetahui kondisi gizi balita adalah dengan membawa anak ke posyandu untuk dilakukan penimbangan walaupun sudah tidak lagi mendapatkan imunisasi dan makanan tambahan dari petugas kesehatan. Penimbangan balita dilakukan setiap bulan mulai umur 1 tahun sampai 5 tahun di Posyandu ( Haryamin, 2009 ) . Kesadaran masyarakat yang kurang akan pentingnya peran posyandu menyebabkan terhambatnya proses pelayanan kesehatan yang baik bagi para balita, karena posyandu di Indonesia banyak yang tidak berfungsi sehingga menyebabkan temuan balita bergizi buruk ( Trihono, 2005 ) . Puskesmas Antara Makassar merupakan salah satu puskesmas di Makassar yang telah melaksanakan program revitalisasi posyandu dengan jumlah 16 posyandu. Dari 16 posyandu yang ada, terdapat 2 buah posyandu mandiri, 1 buah posyandu purnama, dan 13 buah posyandu madya. Adapun data jumlah balita pada tahun 2007 sebanyak 1378 orang, tahun 2008 sebanyak 1641 orang, dan pada bulan Maret 2009 sebanyak 1218 orang anak balita. Sedangkan rata-rata jumlah kunjungan balita ke posyandu pada tahun 2007 sebanyak 652 ( 47,3%) anak balita tiap bulannya, tahun 2008 sebanyak 912 ( 55,6%) orang anak balita setiap bulannya, dan pada tahun 2009 sampai pada bulan Oktober sebanyak 1065 ( 87,4%) tiap bulannya. Data kunjungan balita ke posyandu oleh balita per triwulan tahun 2009, menunjukkan bahwa pada bulan Januari sampai Maret sebanyak 3087 kunjungan, bulan April sampai Juni sebanyak 3624 kunjungan dan pada bulan Juli sampai September sebanyak 3868 kunjungan ( Data Puskesmas Antara Makassar, 2009 ) . Dari data tersebut di atas memberikan gambaran bahwa jumlah kunjungan balita ke posyandu terus meningkat secara signifikan dari tahun ke tahun dan dari bulan ke bulan. Oleh karena itu peneliti merasa tertarik untuk mengetahui faktor- faktor yang berhubungan dengan kunjungan balita di Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Antara Makassar.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan penjelasan di atas, peneliti memfokuskan rumusan masalah sebagai berikut:
1. Apakah tingkat pengetahuan ibu berhubungan dengan kunjungan balita di Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Antara Makassar?
2. Apakah peran serta kader posyandu berhubungan dengan kunjungan balita di Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Antara Makassar?
3. Apakah peran petugas kesehatan berhubungan dengan kunjungan balita di Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Antara Makassar?
4. Apakah revitalisasi posyandu berhubungan dengan kunjungan balita di Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Antara Makassar?.
5. Faktor apakah yang paling berhubungan dengan kunjungan balita di Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Antara Makassar?.

Like Skripsi Ini :

Baca Juga Judul Menarik Lainnya di Bawah INI :

Comment With Facebook!

Rating: 4.5 | Reviewer: Unknown | ItemReviewed: Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Kunjungan Balita di Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Antara Makassar