Follow me on Facebook! Follow me on Twitter!
 7projectsdistro.com - Toko Kaos Distro Online Terlengkap Termurah dan Terpercaya

Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe STAD (Student Team Echievement Division) dengan Menggunakan Media Pembelajaran ”Kartu Soal” untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran Sosiologi Siswa Kelas XI SMA Teuku Umar Semarang

PanduanTOEFL Terbaik dengan Metode MindMap
Latar Belakang Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe STAD (Student Team Echievement Division) dengan Menggunakan Media Pembelajaran ”Kartu Soal” untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran Sosiologi Siswa Kelas XI SMA Teuku Umar Semarang

Peran pendidikan sangat penting bagi kualitas kehidupan bangsa, karena kualitas kehidupan bangsa sangat ditentukan oleh faktor pendidikan. Oleh karena itu pembaharuan pendidikan harus selalu dilakukan yang bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan Nasional. Upaya peningkatan mutu pendidikan itu diharapkan dapat menaikan harkat dan martabat manusia Indonesia. Untuk mencapai itu pendidikan harus adaptif terhadap perubahan zaman. Pendidikan mempunyai peranan yang sangat penting dalam era globalisasi, karena visi pendidikan sekarang lebih ditekankan pada pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas. Kemajuan ilmu pendidikan dan tehnologi menuntut peningkatan mutu pendidikan yang lebih modern agar siswa sebagai subyek dapat mengikuti kemajuan tersebut. Oleh karena itu perlu melakukan perbaikan- perbaikan, perubahan-perubahan dan pembaharuan dalam segala aspek yang dapat mempengruhi keberhasilan pendidikan yang meliputi, kurikulum, sarana dan prasarana, guru, siswa serta metode pengajarannya. Dalam kegiatan pembelajaran antara guru, siswa, materi pelajaran serta metode pengajaran tidak dapat dipisahkan. Guru mempunyai peranan yang sangat penting dalam kegiatan pembelajaran, karena guru merupakan kunci keberhasilan dari proses pembelajaran. Pengelolaan kelas yang baik, membimbing siswa agar dapat mengembangkan pengetahuan dan ketrampialan adalah tugas dari seorang guru. Guru dituntut untuk melakukan inovaso-inovasi terhadap kegiatan belajar mengajar agar siswa tidak mengalami kebosanan dalam menerima penjelasan materi pelajaran yang diberikan oleh guru..

Keberhasilan proses belajar mengajar yang dilakukan oleh seoarang guru akan ditentukan oleh seberapa jauh penguasaan ketrampilan dasar mengajar yang dimiliki oleh guru yang bersangkutan. Keterampilan dasar ini masing-masing memiliki sifat yang spesifik, dapat diobservasi sebagai ketrampilan dasar mengajar yang efektif, dapat dianalisis sampai sekecil-kecilnya, dapat secara jelas didemonstrasikan dalam proses belajar mengajar, dan dapat dikombinasikan atau digunakan secara integreted dengan ketrampilan atau metode mengajar yang lain (Sunaryo 1989:7). Sosiologi adalah salah satu cabang dari ilmu sosial, berdasarkan asumsi para siswa dan pengalaman peneliti selama menempuh pendidikan di bangku SMA pelajaran ilmu sosial di sekolah selama ini dikenal sebagai pelajaran yang membosankan dan tidak menarik sehingga siswa kebanyakan menyepelekan pelajaran yang berkaitan dengan ilmu sosial. Begitu juga pelajaran sosiologi, suatu fenomena yang kurang menguntungkan bagi guru sosiologi selama kegiatan belajar mengajar berlangsung adalah suasana belajar di kelas terasa kering dan kurang hidup. Nampak pada raut muka dan perilaku para siswa yang menunjukan kebosanan. Lebih-lebih apabila materi pelajaran sosiologi disampaikan pada saat jam-jam terakhir. Hal ini dimungkinkan terjadi karena guru kurang kreatif dan variatif dalam menerapkan model pembelajaran atau guru dalam mengajar hanya menggunakan metode ceramah yang monoton, kegiatan belajar mengajar semacam ini cenderung mengundang rasa jenuh dan bosan pada siswa karena metode ceramah yang digunakan selama ini memiliki beberapa kelemahan yaitu pada pembelajaran ini siswa cenderung pasif dan hanya menerima apa yang diberikan oleh guru.

Penerapan model pembelajaran yang sesuai dengan mata pelajaran dan materi pelajaran adalah salah satu cara untuk membantu meningkatkan kualitas proses belajar mengajar yang ditandai hilangnya rasa bosan dari diri siswa maupun guru. Penerapan model pembelajaran Cooperative Tipe STAD (Student Team Achievement Division) dengan menggunakan media pembelajaran “Kartu Soal” ini diharapkan akan menarik perhatian siswa, sehingga siswa mudah menerima dan mengingat materi pelajaran sosiologi yang disampaikan oleh guru. Dalam pembelajaran ini siswa bebas melakukan diskusi kelompok, di mana kelompok-kelompok tersebut heterogen. Baik dalam tingkat kemampuan belajarnya, atau jenis kelaminnya. Rasa bosan siswa dalam mendengarkan ceramah guru akan dapat teratasi. Jadi untuk memberikan penjelasan materi pelajaran siswa tidak hanya mendengarkan penuturan kata-kata oleh guru. Dengan hilangnya rasa bosan pada diri siswa dalam proses belajar mengajar berarti siswa secara aktif ikut ambil bagian. Semakin tinggi kadar partisipasi dalam kegiatan belajar mengajar, semakin berkembang kreatifitas dan inovasi mereka sehingga kualitas proses belajar mengajar dari aspek proses sekaligus hasil atau prestasi dapat meningkat. STAD (Studen Team Achievement Division) adalah salah satu pendekatan model cooperative learning dimana siswa belajar dalam kelompok- kelompok kecil terdiri dari 4-6 orang siswa yang memiliki kemampuan dan karakteristik yang berbeda-beda untuk menyelesaikan atau memecahkan masalah secara bersama-sama dengan dibimbing oleh guru (Nurhadi, 2004 : 64) SMA Teuku Umar adalah salah satu SMA di Semarang yang beralamat di Jl. Karang Rejo Tengah IX / 99 Semarang. Alasan peneliti memilih SMA Teuku Umar sebagai tempat penelitian adalah. di sekolah ini hasil belajar siswa masih rendah meskipun sudah memenuhi batas minimal yang ditetapkan yaitu 60. Dalam kegiatan belajar mengajar Guru masih menggunakan metode ceramah, sehingga siswa masih kurang dalam kemampuan kerjasama, berpikir kritis dan sikap sosial. Selain itu metode ini membuat siswa merasa jenuh karena mereka tidak menumbuhkan kerjasama dan sikap sosial dalam kegiatan belajar mengajar, dimana kemampuan tersebut dapat berdampak positif dalam meningkatkan hasil belajar siswa.

Kekurangan siswa di SMA ini perlu diatasi dengan adanya perubahan model pembelajaran yang digunakan guru yaitu dari model pembelajaran ceramah menjadi model pembelajaran kooperatife. Ada beberapa model pembelajara kooperatife, dalam hal ini peneliti akan menggunakan salah satu model pembelajaran kooperatif yaitu STAD (Student Team Echievement Division) dengan menggunakan media pembelajaran ”kartu soal”. Alasan peneliti mengambil model pembelajaran kooperative learning tipe STAD (Student Team Achievement Division) adalah karena model pembelajaran tersebut memiliki beberapa kelebihan yang tidak dimiliki oleh model pembelajaran yang lain. Kelebihan model pembelajaran STAD (Student Team Achievemen Division) adalah (1).Kuis, setelah satu sampai dua periode penyajian, guru dan latihan team siswa mengikuti kuis secara individu. Kuis dikerjakan oleh siswa secara mandiri. Hal ini bertujuan untuk menunjukan apa saja yang telah diperoleh siswa setelah belajar dalam kelompok. (2). Penghargaan, team dimungkinkan mendapatkan sertifikat atau penghargaan lain apabila skor rata-rata mereka melebihi kriteria tertentu. Penghargaan ini juga berlaku bagi siapa saja yang bisa memenangkan kuis yang biasanya diberikan oleh guru. Selain itu model pembelajaran STAD (Student Team Achievement Division) ini juga memiliki beberapa kelebihan yaitu mengembangkan serta menggunakan ketrampilan siswa dalam berfikir kritis dan kerja kelompok, menciptakan hubungan antar pribadi yang positif diantara siswa yang berasal dari karakteristik yang berbeda, menerapkan bimbingan oleh teman , siswa yang belum mengerti tentang materi yang didiskusikan bertanya pada teman dalam kelompoknya dan guru memberikan bimbingan apabila diperlukan. Dan menerapkan lingkungan yang menghargai pendapat orang lain.
Untuk memperlancar penelitian, peneliti akan mengambil salah satu materi pelajaran sosiologi yang akan disampikan di kelas XI semester II yang kebetulan merupakan materi terahir pelajaran sosiologi sebelum diadakan ujian akhir semester yaitu tentang masyarakat multikultural. Dari latar belakang diatas maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul ”Perbandingan Antara Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe STAD (Student Team Achievement Division) Menggunakan Media Pembelajaran ”Kartu Soal” Dengan Model Pembelajaran Ceramah Pada Mata Pelajaran Sosiologi Pokok Bahasan Masyarakat Multikultural Siswa Kelas XI SMA Teuku Umar Semarang”.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut di atas, maka permasalahan dalam penelitian ini adalah :
1. Lebih efektif mana antara penerapan model pembelajaran Kooperative Learning tipe STAD (Student Team Achievement Division) dengan menggunakan media pembelajaran ”Kartu Soal” dengan model pembelajaran ceramah pada pelajaran sosiologi pokok bahasan masyarakat multikultural?
2. Apa saja keunggulan metode pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Team Achievement Division) dalam pembelajaran mata pelajaran sosiologi pokok bahasan masyarakat multikultural ?
C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan judul dan permasalahan yang penulis kemukakan diatas, maka penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui :
1. Lebih efektif mana antara penerapan model pembelajaran Kooperative Learning tipe STAD (Student Team Achievement Division) dengan menggunakan media pembelajaran ”Kartu Soal” dengan model pembelajaran ceramah pada materi pelajaran sosiologi pokok bahasan masyarakat multikultural.
2. Apa saja keunggulan metode pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Team Achievement Division) dalam pembelajaran mata pelajaran sosiologi pokok bahasan masyarakat multikultural.

Like Skripsi Ini :

Baca Juga Judul Menarik Lainnya di Bawah INI :

Comment With Facebook!

Rating: 4.5 | Reviewer: Fakhrian Amrullah | ItemReviewed: Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe STAD (Student Team Echievement Division) dengan Menggunakan Media Pembelajaran ”Kartu Soal” untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran Sosiologi Siswa Kelas XI SMA Teuku Umar Semarang